Momo, dengan berat badan 71 kg dan tinggi badan 170 cm, menderita sakit maag selama 5 hari. Dalam pandangan TCM, sakit maag seringkali disebabkan oleh ketidakseimbangan pada organ Limpa (Spleen) dan Lambung (Stomach), yang termasuk dalam elemen Tanah. Fungsi Limpa adalah mentransformasi dan mengangkut sari makanan serta mengendalikan kelembaban. Fungsi Lambung adalah menerima dan mencerna makanan. Jika fungsi Limpa lemah, transformasi dan transportasi sari makanan terganggu, menyebabkan penumpukan lembab dan Qi Lambung menjadi stagnan. Hal ini dapat menyebabkan nyeri, kembung, mual, dan gangguan pencernaan lainnya yang umum pada sakit maag.
Selain itu, emosi seperti stres dan kecemasan (faktor internal) juga dapat mempengaruhi fungsi Liver (Kayu), yang kemudian dapat menyerang Limpa (Tanah) dalam siklus pengendalian Lima Elemen. Pola makan yang tidak teratur atau konsumsi makanan yang merangsang (pedas, asam, berlemak) juga dapat melemahkan Limpa dan Lambung. Faktor eksternal seperti cuaca lembab juga dapat memperburuk kondisi ini.
Dari sudut pandang Qi, Xue, dan Jin-Ye, sakit maag seringkali berhubungan dengan stagnasi Qi di area Lambung, yang menghambat fungsi normal organ tersebut. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan pada Jin-Ye (cairan tubuh) yang memengaruhi kelembaban di area pencernaan. Dalam kasus yang lebih parah, stagnasi Qi yang berkepanjangan dapat menyebabkan defisiensi Xue (darah) karena kurangnya nutrisi dari makanan yang tercerna dengan baik.